Kurikulum GIIS

Global Insani Islamic School menerapkan sistem kurikulum terpadu yakni suatu sistem keterpaduan ilmu kauniyah dan ilmu qauliyah plus keteladan (uswatun khasanah) sehingga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, membiasakan anak berperilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari dan menjaga keseimbangan antara fikir dan dzikir, IPTEK, dan IMTAQ, serta dunia dan akhirat.

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik (Developmentally Appropriate Practical) dengan berbagai kelebihan, yaitu :

  • Pengalaman dan kegiatan belajar anak relevan dengan tingkat perkembangannya.
  • Kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
  • Kegiatan belajar bermakna bagi anak, sehingga hasilnya dapat bertahan lama.
  • Keterampilan berpikir anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu.
  • Kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai dengan lingkungan anak.
  • Keterampilan sosial anak berkembang dalam proses pembelajaran terpadu. Keterampilan sosial ini antara lain adalah : kerja sama, komunikasi, dan  mau  mendengarkan pendapat orang lain.

Kurikulum di Global Insani dirancang dengan sepenuhnya mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak kita agar menjadi manusia-manusia yang berhasil dan hidup sejahtera

Global Insani  membangun Kurikulum dan Proses Pembelajarannya yang khas dengan berlandaskan pada Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan kurikulum Internasional yang sesuai dengan visi-misi Global Insani  dengan memperhatikan kondisi khas masing-masing anak.

Kurikulum Global Insani  Islamic School mencakup program-program Keagamaan Atau Biasa Di Sebut Spiritual Life Skill yang langsung di praktekkan siswa dan di assist guru meliputi: Sholat maktubah dan nafilah, Puasa,Tilawah dan Tahfiz Quran (3 Juz), Hadits (80), Doa harian, ma’tsurat dan Robitoh (80).

Menerapkan paradigma multiple intelligences yang meyakini bahwa kecerdasan bersifat majemuk (meliputi tak kurang dari 9 jenis, termasuk kecerdasan musical, kecerdasan gerak, kecerdasan emosional, kecerdasan ruang, dan seterusnya, dan bukan tunggal sebagaimana paradigma lama berbasis IQ); bahwa kesemua kecerdasan itu memiliki nilai yang sama, dan bahwa setiap anak pasti memiliki kecerdasan khas yang menonjol dan perlu untuk dikembangkan secara maksimum untuk menjamin keberhasilan hidupnya.

Global Insani menganggap semua anak adalah (berpotensi menjadi) juara, dan karenanya sangat dermawan untuk memberikan award kepada semua siswa.